Asuransi Bayar Sesuai Tagihan

Nabung Dapat Income

Bisnis Online

Investasi BCA

SOLUSI PRIA

Nyeri Payudara? Bisa Jadi Bayi Salah Posisi!

breastfeeding_2Rekan semua, seorang ibu dituntut untuk memberikan ASI eksklusif kepada buah hatinya. Tak hanya karena menyusui merupakan kodratnya sebagai seorang perempuan dan ibu, tetapi juga karena ASI penting sekali untuk pertumbuhan, kesehatan, dan perkembangan bayi. Jika timbul rasa nyeri, atur posisi bayi. Apa saja tanda posisi bayi telah benar? Ini dia tulisan ringkasnya…

ASI (air susu ibu) merupakan makanan bayi yang terbaik, terutama pada bayi yang berumur kurang dari enam bulan. Air susu ibu mengandung semua zat gizi dan cairan yang dibutuhkan untuk memenuhi seluruh gizi bayi pada enam bulan pertama kehidupannya.

Dalam ASI ada karbohidrat, vitamin, mineral, lemak ikatan panjang, protein, dan zat-zat atau cairan hidup seperti hormon pertumbuhan, enzim penyerapan, serta antibodi. Karena itulah, seorang ibu diharuskan untuk selalu memberikan ASI.

“Rekomendasi WHO, menyusui eksklusif (betul-betul hanya ASI tanpa air atau apa pun) selama 6 bulan penuh. Setelah itu, mulai harus ada makanan dan dilanjutkan ASI hingga 2 tahun atau lebih,” kata dr Dian Nurcahyati Basuki, IBCLC dari Sentra Laktasi Indonesia (SELASI), Jl. Tebet Utara 1F No.12, Jakarta Selatan.

Faktor Penyebab

Masalahnya, sering kali timbul rasa nyeri pada payudara pada saat menyusui. Mungkin karena rasa nyeri ini pulalah banyak ibu yang menolak menyusui bayinya sesering mungkin. Bahkan ada yang memilih memberikan dot. Pertanyaannya, mengapa bisa timbul rasa nyeri? Menurut dr Dian, ada dua alasan mengapa sering timbul rasa nyeri pada saat menyusui, yaitu posisi melekatnya bayi yang salah dan posisi bayi yang tidak benar pada saat menyusui.

Pertama, posisi melekatnya bayi yang hendak disusui. “Tanda pelekatan yang benar yaitu pertama, posisi sebagian besar areola atau kalang payudara (area hitam puting susu, red) dan jaringan payudara di bawahnya berada dalam mulut bayi. Paling tidak mulut di bagian bawah lebih banyak daripada bagian atas,” sambung dr Dian.

Kedua, bibir bayi harus cukup lebar. Bila dilihat dari samping, mulut bayi menganga lebih dari 90 derajat dan bibir bayi terlihat “dower”. Ketiga, mulut bayi juga terbuka cukup lebar. Keempat, dagu bayi menempel atau melekat ke payudara ibu. “Dan kelima, pipi bayi terlihat menggembung karena bayi menyusu pada payudara dan bukan pada puting susu,” terang dr Dian.

Selain posisi pelekatan yang tidak benar, rasa nyeri timbul juga karena posisi bayi yang tidak benar pada saat menyusui. Perlu diketahui, posisi yang baik pada saat menyusui menjadi patokan. Pertama, posisi kepala, telinga, badan, dan lengan bayi harus lurus dan memungkinkan bayi menyusu lebih lama. Wajah bayi menghadap payudara dari arah bawah dan hidungnya berhadapan dengan puting. Prinsipnya, chin to breats, chest to chest (dagu ke payudara, dada ke dada).

Selanjutnya, tubuh bayi dekat dengan ibu. Badan bayi harus ditopang sepenuhnya, jika bayi baru lahir. Posisi kepala tidak pas di siku, tapi di pertengahan lengan. “Posisi ibu memegang bayi dengan posisi yang cukup lama dan benar agar bayi tidak pegal dan pelekatan yang tadi menjadi tidak benar,” lanjut dokter Dian.

Sekali lagi, posisi bayi yang benar adalah dari arah bawah, lalu hidung bayi berhadapan dengan puting susu. Dagu bayi merupakan bagian pertama yang melekat pada payudara sebagai titik pertemuan. Setelah itu, puting payudara diarahkan ke atas, yaitu ke langit-langit bayi dengan puting sampai di daerah yang tidak ada tulangnya, di antara tekak dan pangkal lidah yang lembut. Puting susu hanya sepertiga atau seperempat dari bagian “dot panjang” yang terbentuk dari jaringan payudara.

Pengurangan Rasa Sakit

Ada beberapa cara mengurangi rasa nyeri pada payudara. Cara pertama adalah harus tetap menyusui, sekalipun terasa nyeri. Apabila rasa nyeri itu mengganggu, peras dulu susu dari payudara yang sakit. Jangan sampai payudara itu bengkak dan akhirnya radang karena ada ASI yang tidak dikeluarkan. Jadi, harus rutin dikosongkan.

Jika kemudian terjadi lecet ringan pada payudara, tidak apa-apa. ASI itu sendiri bisa mempercepat penyembuhan. Caranya, keluarkan sedikit dan oleskan ke sekitar puting. “Atau bisa juga dengan memberikan kompres pada payudara yang nyeri,” imbuh dr Dian.

Apabila terjadi kasus yang lebih berat, maka perlu ada konsultasi laktasi. Misalnya, pada kasus anatomi mulut seperti bayi dengan lidah menjulur bentuk hati karena ujungnya tidak bisa keluar. Kondisi tersebut menyebabkan gangguan dan lecet. “Kasus seperti itu membutuhkan bantuan konsultan,” tegas dr Dian Rahmi.

breast-feeding-position

Jangan nyeri lagi ya, maa…!

Sumber :
http://selasi.net

Category: 0 komentar

Jika Produksi ASI Kurang

pompa-asiAduh, senangnya….bila kita menimang buah hati. Kecil, imut dan paling gemes saat kita melihat gerak mulut mungilnya. Saat menyusui, menjadi saat yang paling membahagiakan, karena ikatan ibu dan anak tercipta saat ibu memberi kehidupan sang buah hati dengan ASI (air susu ibu). Namun, kebahagiaan tersebut tidak selalu terjadi, manakala produksi ASI kurang. Pada tulisan ini diuraikan penyebab terjadinya produksi ASI yang kurang, serta tanda-tanda bayi yang kekurangan ASI.

Sebagian besar ibu yang baru saja melahirkan dapat memproduksi ASI cukup banyak. ASI yang dimiliki dapat diberikan kepada dua bayi bila ibu memiliki bayi kembar. Kalaupun ASI dianggap kurang, hal ini biasanya disebabkan oleh ibu yang kurang percaya diri, terjadi karena jarangnya isapan bayi, serta kurang efektifnya isapan tersebut.

Untuk dapat mengetahui ASI yang dimiliki ibu kurang, dapat diketahui dari kondisi bayi, antara lain:

  1. Kenaikan berat badan kurang dari 500 gram sebulan. Setelah 2 minggu, berat bayi yang pada hari-hari pertama biasanya enurun, belum mencapai berat lahir.
  2. Jumlah air kecil bayi sedikit dan terkonsentrasi, kurang dari 6 kali sehari, berwarna gelap, dan berbau tajam.
  3. Bayi tidak puas setelah menyusu.
  4. Bayi seringkali menangis.
  5. Bayi menolak disusui.
  6. Kotoran bayi keras, kering, dan berwarna hijau.
  7. Payudara ibu tidak membesar selama kehamilan
  8. ASI tidak keluar setelah melahirkan.

Bayi yang kekurangan ASI dapat disebabkan oleh beberapa hal, faktor yang sering terjadi dan jarang terjadi. Faktor penyebabnya juga dapat bersumber pada ibu atau bayinya.

Penyebab yang sering terjadi
a. Faktor menyusui:

  1. Penyusuan yang tertunda.
  2. Perlekatan yang tidak baik.
  3. Penyusuan yang jarang atau dilakukan dalam waktu singkat.
  4. Tidak menyusui pada malam hari.
  5. Pemberian botol atau empeng.
  6. Pemberian minuman lain selain ASI.

b. Faktor psikologis ibu:

  1. Kurang percaya diri
  2. Ibu khawatir / terlalu stres
  3. Ibu terlalu lelah
  4. Ibu tidak suka menyusui
  5. Ibu mengalami baby blues

Penyebab yang jarang terjadi
a. Kondisi fisik ibu:

  1. Penggunaan pil kontrasepsi, obat diuretik (untuk peningkatan pengeluaran urin)
  2. Kehamilan berikutnya semasa menyusui
  3. Kekurangan gizi yang cukup berat
  4. Ibu minum minuman yang mengandung alkohol, atau merokok
  5. Tersisanya jaringan plasenta dalam rahim
  6. Payudara yang kurang berkembang

b. Kondisi bayi:

  1. Bayi sakit
  2. Bayi memiliki kelainan, seperti bibir sumbing sehingga bayi menjadi sulit menghisap

Sumber: Ayahbunda

Category: 0 komentar

Manfaat dan Risiko Menyusui

enak-ya-dikThe American Academy of Pediatricians Nurses Associates dan The National Association of Pedriatic and Practitioners merekomendasikan menyusui sebanyak mungkin pada tahun pertama bayi. ASI bergizi sangat hebat serta mengandung karbohidrat, protein, dan lemak esensial bagi kesehatan bayi. ASI juga mengandung antibodi yang membantu pencegahan infeksi dan alergi.

Banyak studi menunjukkan bahwa menyusui dapat membantu perlindungan bayi terhadap infeksi telinga, alergi, diare, eksim, meningitis bakteri, serta berbagai penyakit serius lainnya. Penelitian juga menunjukkan bahwa menyusui mengurangi risiko anemia (kekurangan zat besi) pada bayi, infeksi lambung dan usus halus.

Menyusui juga memberikan manfaat menyehatkan sang ibu. Saat menyusui tubuh ibu melepaskan hormon-hormon yang membuat rahim mengecil setelah melahirkan, juga mengurangi pendarahan. Ibu yang menyusui biasanya lebih mudah turun bobot badannya setelah kehamilan. Berdasar The American Academy of Pediatrics, menyusui juga membantu wanita membangun kepadatan mineral tulang serta mencegah osteoporosis setelah menopause.

Hampir semua wanita dapat menyusui, namun sebagian kecil wanita tidak dapat melakukannya. Masalah pada bayi yang menyebabkan tidak dapat menyusu meliputi:
1.Kelahiran prematur atau lahir dengan ukuran kecil
2.Cacat lahir seperti bibir dan gusi sumbing
3.Masalah pencernaan seperti penyakit kuning ASI (breast milk jaundice), penyakit pada liver bayi yang disebabkan ASI dan galactosemia (tidak bisa menerima ASI)
4.Masalah dengan menyusu
5.Kondisi fisik yang lemah

Kondisi yang kurang sehat juga dapat menghalangi seorang wanita untuk menyusui. Kanker payudara, infeksi payudara yang berat, atau jenis kanker yang lain dapat menghalangi wanita menyusui bayinya. Wanita dengan HIV positif, AIDS, penyakit jantung, mengalami malnutrisi (kurang gizi), atau TBC yang tidak diobati direkomendasikan tidak menyusui. Pada kasus tertentu, wanita tidak cukup memiliki ASI untuk disusukan.

Jika seoranhg ibu memutuskan untuk tidak menyusui anaknya, dia harus memahami bahwa menyusui merupakan tanggungjawab utama yang menuntut ibu tetap sehat dan terpenuhi gizinya. Wanita yang menyusui harus makan makan berimbang, makanan yang bergizi. Sumber karbohidrat, sayur, buah, susu yang mengandung kalsium sangat dianjurkan.

Banyak dokter setuju, aman bagi ibu menyusui untuk mengkonsumsi sedikit kafein (satu dua cangkir sehari). Jika terlalu banyak akan berpengaruh pada tidur bayi yang akan membuatnya rewel. Alkohol harus dihindari oleh ibu menyusui karean akan masuk mulut bayi melalui ASI.

Efek samping atau kompliksi menyusui meliputi:
1.Puting sakit atau pedih
2.Bengkak payudara (engorgement)
3.Kelelahan
4.Sensasi pedih saat ASI dihisap
5.Saluran ASI tersumbat
6.Mastitis (infeksi payudara)

Category: 0 komentar

Rahasia Sukses Menyusui

breastfeedingbabyRekan semua, menyusui adalah sebuah “seni” yang unik. Saya punya rahasia khusus bagi ibu tercinta. Rahasia agar ibu sukses menyusui bayinya. Wow!! Apakah itu?? Yuk kita simak bersama.

1. Persiapan Sebelum Menyusui
Sebelum menyusui sang buah hati, ada baiknya ibu mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan emosional.

a. Tahapan persiapan fisik:

  • Melakukan diet yang seimbang sewaktu hamil.
  • Melakukan pemeriksaan payudara untuk memastikan puting susu sesuai untuk kemampuan bayi menyusu (memungkinkan bayi untuk menghisap).
  • Dapatkan dukungan pengetahuan yang cukup tentang ASI dan kegiatan menyusui mulai usia kandungan tujuh bulan.
  • Siapkan pakaian-pakaian yang sesuai untuk menyusui, misalnya blus atau kemeja yang longgar

b. Tahapan persiapan mental dan emosi:

  • Baca atikel-artikel tentang tata cara pemberian ASI yang baik dan benar.
  • Rencanakan berapa lama ibu hendak memberikan ASI kepada bayi.
  • Ikuti diskusi/ceramah tentang pemberian ASI bersama suami/calon ayah. Ini penting untuk mendapatkan dukungan dalam proses penyusuan nanti serta membangun kesadaran bahwa perkara menyusui adalah urusan bersama, tak hanya si urusan ibu saja.
  • Bersikap positif dan buat keputusan tentang pemberian ASI dan yakinlah ibu akan sukses dalam memberikan ASI.

2. Cara dan Proses Menyusui Bayi

  • Cuci tangan ibu bersih-bersih dengan sabun dan air. Bersihkan puting dan areola payudara setiap hari.
  • Duduk atau berbaring dengan nyaman. Gendong si kecil dan rapatkan ke payudara. Pastikan kepalanya disokong dengan benar. Ada berbagai posisi yang dapat dipraktikkan ketika menyusui.
  • Tempelkan pipi bayi dengan puting ibu dan pastikan posisi kepalanya memutar ke arah payudara. Tunggu hingga mulut bayi terbuka besar, kemudian tarik bayi rapat agar sebagian besar areola dapat masuk ke dalam mulutnya. Jika bayi berada di posisi yang tepat, bibirnya akan pipih dan lidahnya akan terletak dibawah puting. Dagunya akan terkena bagian bawah payudara. Sang bayi akan seperti “menempel” pada dada ibu.
  • Biarkan bayi menyusu sebanyak yang diinginkan. Bayi akan melepaskan payudara apabila dia sudah merasa cukup. Jika ibu mau melepaskannya, masukkan saja jari kelingking ke dalam mulutnya dan alihkan perlahan-lahan dari payudara.
  • Untuk membuat bayi sendawa tidak terlalu sulit, cukup dengan menggendong bayi dengan posisi berdiri dengan dada bayi bersandar pada dada ibu.

3. Memerah ASI
Jika ibu adalah seorang wanita pekerja dan harus meninggalkan bayi di masa persusuannya, ibu dapat memerah ASI untuk disimpan di kulkas dan diberikan pada bayi meski ibu tidak berada di sampingnya. Berikut ini beberapa langkah untuk memerah ASI.

  • Cuci tangan dengan air dan sabun.
  • Gunakan kain suam untuk mengelap payudara beberapa menit sebelum memerah untuk membantu pengeluaran ASI.
  • Urut payudara dengan jari-jemari ke arah tepi dada dimulai dari bagian atas kebawah.
  • Urut dengan menekan payudara dari bagian atas ke puting.
  • Goyangkan payudara sambil sandarkan badan agar daya gravitasi dapat membantu pengeluaran ASI.
  • Memerah ASI dengan tangan adalah cara yang paling mudah untuk mengeluarkan ASI:
  • Sandarkan badan sambil menyokong payudara dengan menggunakan tangan.
  • Letakkan ibu jari di atas areola dan jari telunjuk di bagian bawah areola.
  • Tekan ibu jari dan jari telunjuk berdekatan untuk menekan payudara ke arah dalam dada. Tekan kuat bagian sinus di bawah areola dengan ibu jari dan jari-jemari lain.
  • Tekan dan lepaskan ibu jari serta jari lainnya beberapa kali sehingga ASI mulai mengalir keluar.
  • Buat gerakan melingkar dengan ibu jari dan jari telunjuk dari bagian tepi areola untuk mengeluarkan susu dari semua bagian payudara. Jangan memijit puting.

Selamat menjadi Ibu yang berbahagia dengan menyusui. Selamat bersenang-senang dengan si buah hati.

Cep cep …glek glek, “ASI mama bikin aku tumbuh sehat!”

Sumber : http://www.eurekaindonesia.org

Category: 0 komentar